Paediatric orthopaedics atau ortopedi pediatrik (“ortopedi anak”) merupakan spesialisasi medis yang menyediakan perawatan bedah dan non-bedah untuk kondisi ortopedi yang memengaruhi anak-anak.
Departemen ini terdiri dari dokter ortopedi terbaik, terapis, ahli ortotik, dan perawat yang berspesialisasi dalam menangani bayi juga anak-anak dengan kondisi muskuloskeletal bawaan maupun yang berekmbang seiring dengan pertumbuhan usianya.
Berikut adalah 5 macam kondisi ortopedi anak yang paling umum ditangani oleh dokter ortopedi terbaik:
- Kaki pengkor
Kondisi yang pertama adalah kaki pengkor atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV). Ini merupakan kondisi umum sejak awal kehamilan yang menyebabkan tungkai bawah, pergelangan kaki, dan kaki bayi terpelintir ke bagian dalam dari posisi normal.
Hingga saat ini, ahli medis masih belum dapat menentukan penyebab pasti kaki pengkor pada bayi dalam kandungan. Namun, bayi laki-laki cenderung lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan dengan bayi perempuan. Kaki pengkor juga sering kali dikaitkan dengan masalah pinggul atau tulang belakang.
- Penyakit Perthes
Perthes’ disease atau penyakit Perthes adalah kondisi yang memengaruhi sendi panggul anak-anak. Meski menjadi salah satu kondisi yang sering ditangani dokter ortopedi terbaik, penyakit ini sangat jarang terjadi. Perbandingannya adalah 1 dari 9.000 anak, dan hingga kini ahli medis masih belum menemukan penyebab pastinya.
Anak yang mengidap penyakit Perthes akan kehilangan suplai darah di sebagian atau seluruh kepala femoralisnya, yaitu bagian atas tulang paha yang berbentuk seperti bola. Selain kehilangan suplai darah, penyakit ini juga membuat bagan femoralis anak berubah bentuk, sehingga memicu radang sendi pinggul saat anak bertambah dewasa.
- Telapak kaki datar
Normalnya, telapak kaki memiliki lengkungan di sisi dalam (bawah telapak kaki) yang memanjang dari tumit ke pangkal jempol kaki. Anak-anak atau bayi yang tidak memiliki kelengkungan ini adalah mereka yang mempunyai telapak kaki daar.
Kendati demikian, temuan terkini menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak berusia 1–5 tahun memiliki datar, dan akan berkembang menjadi memiliki lengkungan di bawah telapak kaki seiring dengan pertambahan usianya. Adapun anak-anak yang benar-benar tidak memiliki kelengkungan kaki saat bertambah umur hanya sebesar 5 persen dari populasi.
- Berjinjit
Definisi “berjinjit” pada orang dewasa adalah berjalan dengan menumpukan beban tubuh pada jari-jari kaki yang mengarah ke depan. Pada anak-anak, kondisi “berjinjit” ini merujuk pada aktivitas berjalan dengan jari-jari kaki mengarah ke dalam.
Menurut NHS Oxford University Hospitals, kondisi ini disebabkan oleh anteversi femur (jari kaki yang mengarah ke bagian atas femur atau tulang paha di pinggul), tibialis internal (puntiran ke dalam pada tibia atau tulang kering), atau metatarsus adductus (bentuk kaki yang melengkung dan cenderung mengait ke dalam paha).
Nah, itulah dia beberapa kondisi ortopedi anak yang dapat ditangani oleh dokter ortopedi terbaik. Semoga informasi dalam artikel ini berguna.